Free Donald Duck Walking ani - Lefty Cursors at www.totallyfreecursors.com

Welcome to Dian Kurniawati blog

Welcome to  Dian Kurniawati blog
Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain

Rabu, 04 Juli 2012

Khaulah Binti Tsa ‘labah (Wanita Yang Aduannya Didengar Allah Dari Langit Ketujuh)

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa`labah Ghanam bin  ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit r.a yang beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah saw. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi`.
Khaulah binti Tsa`labah mendapati suaminya Aus bin Shamit dalam masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, “Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan duduk bersama orang-orang beberapa lama lalu dia masuk dan menginginkan Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Islam.
Khaulah berkata, “Tidak, jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkankan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.”
Kemudian Khaulah keluar menemui Rasulullah saw, lalu dia duduk di hadapan beliau dan menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya dengan suaminya. Keperluannya adalah untuk meminta fatwa dan berdialog dengan nabi tentang urusan tersebut.
Rasulullah saw bersabda, “Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan urusanmu tersebut , aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”
Wanita mukminah ini mengulangi perkatannya dan menjelaskan kepada Rasulullah saw apa yang menimpa dirinya dan anaknya jika dia harus cerai dengan suaminya, namun rasulullah saw tetap menjawab, “Aku tidak melihat melainkan engkau telah haram baginya”.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Download Kursor Gratis

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bagi anda yang sudah bosan dengan tampilan kursor anda di komputer atau laptop anda , disini saya menyarankan anda untuk mengunjungi situs-situs dibawah ini untuk mengganti tampilan kursor anda , langsung saja ya ^_^





Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Jangan Jemur Pakaian di Dalam Rumah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Liputan6.com, Washington DC:Mengeringkan pakaian di dalam rumah ternyata berbahaya bagi kesehatan tubuh dan bisa memicu penyakit. Aroma segar dan dingin di dalam rumah yang bercampur bekas cucian memiliki dampak buruk bagi tubuh. Hal ini terjadi jika terhirup dalam jangka waktu lama. Demikian menurut para ilmuwan Amerika Serikat dan para ahli pencemaran lingkungan dari University of Washington di Seattle, belum lama ini.

Para peneliti meneliti penguapan yang terjadi di tempat pengeringan pakaian. Hasilnya mereka menemukan sekitar 25 senyawa organik yang mudah menguap serta tujuh polutan udara berbahaya. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika terhirup dan dapat menyebabkan kanker. Dua dari zat berbahaya tersebut adalah asetaldehida dan benzene, yang diketahui sebagai racun karsinogen.

Orang-orang yang sering berada di daerah tempat pengeringan tersebut, umumnya sering merasakan sakit kepala dan masalah dengan kesehatan. Jadi cara terbaik mengeringkan pakaian adalah dengan mengeringkan di tempat terbuka. Jika perlu menggunakan pengering khusus, bukan menjemurnya di dalam rumah.(Genius Beauty/ULF)
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Bayi Lahir di Atas 39 Minggu Bakal Pintar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Liputan6.com, Bogota: Saat berada pada angka unik, orang kerap menggoreskannya di momen pribadi yang penuh istimewa. Tak jarang, kelahiran buah hati kadang disesuaikan dengan angka yang mudah diingat meski itu "dipaksakan". Sayangnya, operasi caesar tersebut kerap tak mempedulikan usia kehamilan. Menurut riset di Kolombia, bayi yang terlahir di bawah usia 39 minggu akan memiliki risiko peningkatan pada kinerja akademiknya kelak.

Dalam laman time.com, baru-baru ini, Dr Kimberly Noble di Universitas Columbia membandingkan 128.050 bayi yang lahir antara usia 37 minggu dan 41 minggu kehamilan di New York City antara 1988 hingga 1992. Diketahui, anak yang lahir pada usai 37 atau 38 minggu memiliki nilai prestasi lebih rendah dibanding bayi yang lahir di usia 39, 40 atau 41 minggu, Rabu (4/7).

Menurut peneliti, bayi yang lahir di usia 37 minggu memiliki 14 persen berisiko lebih besar mengalami gangguan ringan membaca. Dan 33 persen lebih tinggi risikonya akan alami gangguan membaca. Efek yang sama ditemukan pada kemampuan matematikanya. Anak terlahir pada 37 minggu memiliki risiko 16 persen lebih besar untuk mengalami gangguan ringan dalam keterampilan matematika dasar, seperti perhitungan atau estimasi, dibandingkan dengan anak yang lahir pada usia 41 minggu.

"Sebagai dokter anak, kita diajarkan bahwa istilah waktu tepat melahirkan ialah di usia 37 minggu," kata Noble yang mencatat ini didasarkan pada atribut fisik.

"Tapi data kami menunjukkan bahwa anak yang lahir pada 37 minggu dan 38 minggu memiliki peningkatan risiko masalah kinerja akademik dibandingkan dengan anak yang lahir pada usia 39 minggu atau 40 minggu. Jadi kami sarankan berolahragalah, dan hati-hati dalam menginduksi persalinan sebelum 39 minggu,' sarannya. (MEL)
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Jejaring Sosial Picu Depresi bagi Remaja Putri?

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Liputan6.com, London: Jejaring sosial, khususnya Facebook, memicu depresi dan rendah diri bagi remaja putri. Demikian hasil penelitian di Inggris, seperti diwartakan Dailymail, Rabu (4/7).

Jajak pendapat yang dilakuan kepada 1.096 remaja putri berusia 12 hingga 26 tahun menemukan bahwa 40 persen tidak puas dengan tubuh mereka. Selain itu, 60 persen lainnya mengalami paranoid jika berat tubuh mereka naik.

"Temuan kami menunjukkan korelasi yang mengkhawatirkan antara penggunaan media yang berlebihan, terutama jejaring sosial dan internet. Akibatnya, mereka akan merasa lebih rendah diri dan mengalami depresi lebih tinggi," kata Amy Slater.

Penelitian tersebut dilakuan untuk menyelidiki peran media dalam citra diri remaja perempuan. Hasilnya, selain jejaring sosial, iklan juga memiliki pengaruh besar terhadap mereka.

Remaja putri jadi sangat memperhatikan penampilan dan berambisi memiliki tubuh langsing akibat model pada iklan.(SHA)
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Senin, 02 Juli 2012